This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

27 Agustus 2013

INVERS MATRIKS 3 x 3 (RUMUS & CONTOH SOAL) 1

Inverse matrix of 3




There exists an inverse matrix of A when detA = a11a22a33 + a21a32a13 + a31a12a23 - a11a32a23 - a31a22a13 - a21a12a33 0, and it is




Sumber lain:

For a 3×3 matrix
 A=[a_(11) a_(12) a_(13); a_(21) a_(22) a_(23); a_(31) a_(32) a_(33)],
(5)


the matrix inverse is

 A^(-1)=1/(|A|)[|a_(22) a_(23); a_(32) a_(33)| |a_(13) a_(12); a_(33) a_(32)| |a_(12) a_(13); a_(22) a_(23)|;   ; |a_(23) a_(21); a_(33) a_(31)| |a_(11) a_(13); a_(31) a_(33)| |a_(13) a_(11); a_(23) a_(21)|;   ; |a_(21) a_(22); a_(31) a_(32)| |a_(12) a_(11); a_(32) a_(31)| |a_(11) a_(12); a_(21) a_(22)|].



Contoh 1:
Carilah invers matriks 3×3 yaitu A = \left [\begin{array}{rrr} 1& 2& 3\\ 2& 5& 3\\ 1& 0& 8 \end{array} \right ]

Penyelesaian:

Susun matriks sedemikian sehingga seperti dibawah ini.

\left[ \left.\begin{matrix} 1& 2& 3\\ 2& 5& 3\\ 1& 0& 8 \end{matrix}\right| \begin {array}{rrr} 1& 0& 0\\ 0& 1& 0\\ 0& 0& 1\end {array}\right]

Matriks disebelah kiri adalah matriks A dan sebelah kanan adalah matriks identitas. Kemudian lakukan Operasi Baris Elementer sedemikan sehingga matriks sebelah kiri menjadi matriks identitas dan matriks identitas (pada sebelah kanan) yang akan menjadi invers matriks tersebut.
  1. baris kedua: B2 + (-2B1) [artinya baris kedua dijumlahkan dengan -2 kali baris pertama]

    baris ketiga : B3 + (-B1) [artinya baris kedua dijumlahkan dengan -1 kali baris pertama]

    \left[ \left.\begin{matrix} 1& 2& 3\\ 0& 1& -3\\ 0& -2& 5 \end{matrix}\right| \begin {array}{rrr} 1& 0& 0\\ -2& 1& 0\\ -1& 0& 1\end {array}\right]

  2. baris ketiga: B3 + 2B2 [artinya baris ketiga dijumlahkan dengan 2 kali baris kedua]


    \left[ \left.\begin{matrix} 1& 2& 3\\ 0& 1& -3\\ 0& 0& -1 \end{matrix}\right| \begin {array}{rrr} 1& 0& 0\\ -2& 1& 0\\ -5& 2& 1\end {array}\right]

  3. baris ketiga: B3 x (-1) [artinya baris ketiga dikali dengan -1]


    \left[ \left.\begin{matrix} 1& 2& 3\\ 0& 1& -3\\ 0& 0& 1 \end{matrix}\right| \begin {array}{rrr} 1& 0& 0\\ -2& 1& 0\\ 5& -2& -1\end {array}\right]


  4. baris kedua : B2 + 3B3 [artinya baris kedua dijumlahkan dengan 3 kali baris ketiga]

    baris pertama : B1 + (-3B3) [artinya baris pertama dijumlahkan dengan -3 kali baris ketiga]

    \left[ \left.\begin{matrix} 1& 2& 0\\ 0& 1& 0\\ 0& 0& 1 \end{matrix}\right| \begin {array}{rrr} -14& 6& 3\\ 13& -5& -3\\ 5& -2& -1\end {array}\right]


  5. baris pertama : B1 + (-2B2) [artinya baris pertama dijumlahkan dengan -2 kali baris kedua]


    \left [ \left.\begin{matrix} 1& 0& 0\\ 0& 1& 0\\ 0& 0& 1\end{matrix}\right|\begin{matrix} -40& 16& 9\\ 13& -5& -3\\ 5& -2& -1 \end{matrix} \right ]
    \left[ \left.\begin{matrix} 1& 0& 0\\ 0& 1& 0\\ 0& 0& 1 \end{matrix}\right| \begin {array}{rrr} -40& 16& 9\\ 13& -5& -3\\ 5& -2& -1\end {array}\right]
Karena matriks kiri sudah terbentuk menjadi matriks identitas, maka invers dari

 matriks A adalah A-1 = \left [\begin{matrix} -40& 16& 9\\ 13& -5& -3\\ 5& -2& -1 \end{matrix} \right ]


Contoh 3:
Periksa apakah matriks A3×3 memiliki invers? Jika, tentukan inversnya, dengan A =

 \left [\begin{matrix} 3& 1& 5\\ 2& 4& 1\\ -4& 2& -9 \end{matrix} \right ].

Penyelesaian:
Susun matriks sedemikian sehingga seperti dibawah ini, kemudian lakukan Operasi Baris Elementer
 
\left [ \left.\begin{matrix} 3& 1& 5\\ 2& 4& 1\\ -4& 2& -9\end{matrix}\right|\begin{matrix} 1& 0& 0\\ 0& 1& 0\\ 0& 0& 1 \end{matrix} \right ]
  1. baris pertama : B1 x (1/3)


    \left [ \left.\begin{matrix} 1& 1/3& 5/3\\ 2& 4& 1\\ -4& 2& -9\end{matrix}\right|\begin{matrix} 1/3& 0& 0\\ 0& 1& 0\\ 0& 0& 1 \end{matrix} \right ]

  2. baris kedua : B2 + (-2B1)


    baris ketiga : B3 + 4B1
     
    \left [ \left.\begin{matrix} 1& 1/3& 5/3\\ 0& 10/3& -7/3\\ 0& 10/3& -7/3\end{matrix}\right|\begin{matrix} 1/3& 0& 0\\ -2/3& 1& 0\\ 4/3& 0& 1 \end{matrix} \right ]
Perhatikan matriks sebebelah kiri pada baris kedua dan ketiga. Karena baris kedua dan ketiga memiliki entry yang sama, ini mengakibatkan matriks tersebut memiliki dterminannya nol, sehingga matriks tersebut tidak memiliki invers.

Silahkan download file pdf

INVERS MATRIKS 4 x 4 (RUMUS & CONTOH SOAL) 1

Inverse matrix of 4


If



then there exists an inverse matrix of A, and it is




where













DETERMINAN MATRIKS 2 x 2 (RUMUS & CONTOH SOAL) 1


Setiap matriks persegi mempunyai nilai determinan. Nilai determinan dari suatu matriks merupakan suatu skalar. Jika nilai determinan suatu matriks sama dengan nol, maka matriks tersebut disebut matriks singular. Matriks singular tidak mempunyai invers/balikan.

Untuk matriks B berordo 3 x 3, determinan matriks B ini didefinisikan sebagai berikut menggunakan kaidah Sarrus.

Berikut adalah Contoh perhitungan Determinan Matriks 2 x 2 (poin 1):

KUMPULAN MATERI & SILABUS MATEMATIKA EKONOMI 2


MATERI:


1.             DASAR-DASAR MATRIKS
2.             DETERMINAN SUATU MATRIKS
3.             INVERS & RANK SUATU MATRIKS
4.             PERSAMAAN LINEAR SIMULTAN  
5.             ANALISIS  INPUT-OUTPUT   
6.             ROGRAM LINEAR   
7.             TURUNAN FUNGSI MULTIVARIABEL & APLIKASINYA DALAM EKONOMI  
8.             OPTIMISASI FUNGSI MULTIVARIABEL & APLIKASINYA DALAM EKONOMI 
9.             DETERMINAN JACOBIAN & HESSIAN



Silabus Dasar-Dasar Matriks:
1.             Pengertian Matriks
2.             Definisi  dan Notasi Matriks
3.             Dimensi Matriks
4.             Jenis-jenis  Matrik
5.             Operasi  Matriks
6.             Matriks Partisi
7.             Aplikasi dalam Bidang Ekonomi
8.             Latihan Soal-soal/Membedah Kasus

Silabus Materi Determinan Suatu Matriks:
1.             Determinan Tingkat  Dua
2.             Determinan Tingkat  Tiga
3.             Determinan Tingkat  Lebih Tinggi
4.             Sifat-sifat Determinan
5.             Nilai Eigen dan Vektor Eigen
6.             Latihan Soal-soal

Silabus Materi Invers & Ranks Suatu Matriks:
1.             Pengolahan Dasar Matriks
2.             Matriks Ajoint dan Matriks Kofaktor 
3.             Invers suatu Matriks
4.             Rank Suatu Matriks
5.             Latihan Soal-soal

Silabus Materi Persamaan Linear Simultan:
1.             Persamaan Matriks
2.             Sistem Dua Persamaan Linear dengan Dua Variabel
3.             Sistem Tiga Persamaan Linear dengan Tiga Variabel
4.             Penyelesaian Persamaan  Linear Simultan  dengan Menggunakan Matriks
5.             Aplikasi Persamaan Linear Simultan Dalam Ekonomi
6.             Latihan Soal-soal/Membedah Kasus


................................


LITERATUR:

.......................................

TABEL DURBIN WATSON

Dalam dunia statistik, Uji Durbin Watson adalah sebuah test yang digunakan untuk mendeteksi terjadinya autokorelasi pada nilai residual (prediction errors) dari sebuah analisis regresi. Yang dimaksud dengan Autokorelasi adalah "hubungan antara nilai-nilai yang dipisahkan satu sama lain dengan jeda waktu tertentu".
Uji ini dikemukakan oleh James Durbin dan Geoffrey Watson.
Pada saat anda melakukan deteksi Autokorelasi, anda tidak akan terlepas dengan tabel Durbin Watson. Tabel tersebut menjadi alat pembanding terhadap nilai Durbin Watson hitung.
Anda mungkin telah banyak membaca tentang tabel durbin watson, tetapi mungkin tidak semuanya memuaskan keinginan anda. Sebab sebagian besar tabel tersebut sangat terbatas, baik dalam jumlah sampel (n) atau jumlah variabel (k). Sebagian besar hanya sebatas n = 100 atau n = 200. Bagaimana jika jumlah sampel > 200?
Pada kesempatan ini, kami ingin berbagi sebuah Tabel Durbin Watson dengan jumlah sampel n = 2000 dan jumlah variabel (k) sebanyak k = 21.


Berikut di bawah ini adalah Tabel Durbin Watson lengkap dengan n = 6 - 2000, k = 2 - 21 dan batas kritis 5% (0,05), 2,5% (0,025), 1% (0,01).

Jika anda ingin mengunduhnya, klik link berikut:
DOWNLOAD DURBIN WATSON TABLE
(Jika Muncul jendela Adf.ly, tunggu 5 detik kemudian klik lewati)
Cara membaca Tabel Durbin Watson:
T: Jumlah sampel (n)
k: Jumlah variabel
dL: Batas Bawah Durbin Watson
dU: Batas Atas Durbin Watson
Contoh: Kita melakukan uji regresi linear berganda dengan 2 variabel independen dan 1 variabel dependen dengan jumlah sampel sebanyak 50, didapatkan hasil Durbin Watson Hitung sebesar d = 2,010.
Maka nilai T = 50, k = 3. Selanjutnya pada tabel di atas cari nilai dL dan dU pada T = 50 dan k = 3, yaitu nilai dL = 1,46246 dan dU = 1,62833. Pada contoh di atas, nilai d = 2,010, maka kita hitung terlebih dahulu nilai (4 - d) = 1,990.
Cara menentukan atau kriteria pengujian autokorelasi adalah sebagai berikut:
Deteksi Autokorelasi Positif:
Jika d < dL maka terdapat autokorelasi positif,
Jika d > dU maka tidak terdapat autokorelasi positif,
Jika dL < d < dU maka pengujian tidak meyakinkan atau tidak dapat disimpulkan.
Deteksi Autokorelasi Negatif:
Jika (4 - d) < dL maka terdapat autokorelasi negatif,
Jika (4 - d) > dU maka tidak terdapat autokorelasi negatif,
Jika dL < (4 - d) < dU maka pengujian tidak meyakinkan atau tidak dapat disimpulkan.

Berdasarkan contoh di atas:
Deteksi Autokorelasi Positif:
Jika 2,010 < 1,46246 maka terdapat autokorelasi positif---> Salah
Jika 2,010 > 1,62833 maka tidak terdapat autokorelasi positif---> Benar
Jika 1,46246 < 2,010 < 1,62833 maka pengujian tidak meyakinkan atau tidak dapat disimpulkan---> Salah

Deteksi Autokorelasi Negatif:
Jika 1,990 < 1,46246 maka terdapat autokorelasi negatif---> Salah
Jika 1,990 > 1,62833 maka tidak terdapat autokorelasi negatif---> Benar
Jika 1,46246 < 1,990 < 1,62833 maka pengujian tidak meyakinkan atau tidak dapat disimpulkan---> Salah


Maka dapat disimpulkan: pada analisis regresi tidak terdapat autokorelasi positif dan tidak terdapat autokorelasi negatif sehingga bisa disimpulkan sama sekali tidak terdapat autokorelasi.
Demikian artikel singkat kami tentang Durbin Watson Tabel. Bagaimana untuk mendapatkan nilai Durbin Watson dalam analisis regresi? Baca artikel kami selanjutnya tentang Durbin Watson dalam SPSS..

UJI HETEROSKEDASTISITAS DALAM EXCEL

Heteroskedastisitas adalah adanya ketidaksamaan varian dari residual untuk semua pengamatan pada model regresi.
Mengapa dilakukan uji heteroskedastitas? jawabannya adalah untuk mengetahui adanya penyimpangan dari syarat-syarat asumsi klasik pada model regresi, di mana dalam model regresi harus dipenuhi syarat tidak adanya heteroskedastisitas.
Bagaimana melakukan uji tersebut? Jawabannya adalah ada beberapa cara, antara lain:
  1. Uji Glejser
  2. Uji Park
  3. Uji Spearman
  4. Melihat Grafik
Apakah ke empat uji di atas dapat dilakukan dengan Excel? Jawabannya adalah "Ya."
Bagaimana cara melakukan Uji Heteroskedastisitas dengan Excel? Mari kita bahas satu persatu.
Dalam artikel kali ini kita akan bahas uji yang pertama, yaitu Uji Glejser.
Anggap kita punya sebuah model yang akan diuji, yaitu "Pengaruh nilai ujian Fisika, Biologi dan Matematika Terhadap Rata-rata Nilai SPMB.
Data seperti di bawah ini:

Fisika
Biologi
Matematika
SPMB
78
80
81
82
89
90
91
92
78
79
80
81
90
91
92
90
67
78
79
81
78
79
80
81
80
81
82
83
67
70
71
72
77
78
79
80
56
57
60
61
92
87
88
89
67
68
72
73
63
64
65
66
88
89
90
91
83
84
89
90
82
83
84
85
81
82
83
84
69
70
76
77
90
91
92
93
67
77
78
79
63
64
65
66
88
89
90
91
83
84
85
86
66
67
68
69
81
82
83
84
87
88
89
88
92
93
94
95
98
99
94
90
75
77
78
79
80
81
82
79
Buka Aplikasi Excel anda, dan jangan lupa bahwa "Aplikasi AddIns Data Analysis Toolpak" sudah diaktifkan. Jika belum pelajari caranya pada artikel kami yang berjudul "Mengaktifkan Analysis Toolpak di Excel 2007/2010".
Buat 4 variabel seperti tabel di atas, dan tempatkan pada cell "A1 s/d D31".
Masukkan data di atas dengan cara COPAS.
Klik Menu, Data, Data Analysis, maka akan muncul jendela "Data Analysis" kemudian pilih Regression.


Klik OK maka akan muncul jendela sebagai berikut:



Isi input Y Range dengan: "$D$2:$D$31" artinya merujuk pada variabel dependent (Y) pada kolom D1 s/d D31.

Isi input X Range dengan: "$A$2:$C$31" artinya merujuk pada variabel independent X1, X2 dan X3 pada kolom A1 s/d C31.
Isi Output Range: $F$1, artinya tempat output uji regresi akan muncul di cell F1.
Centang "RESIDUALS" artinya kita ingin mendapatkan nilai residual. Mengapa? Uji Glejser dengan menggunakan metode meregresikan variabel independen dengan nilai Absolut Residualnya. Untuk mendapatkan nilai Absolut Residual kita harus terlebih dahulu mendapatkan nilai Residualnya.
Klik OK.
Maka akan muncul output pada cell F1 seperti di bawah ini: Perhatikan pada cell F26 s/d H56. Ada variabel baru yang bernama "Residuals".
Pada Cell I25 ketikkan label "Absolut Residual".
Pada Cell I26 ketikkan Rumus: "=ABS(H26)" dan kopi pastekan hingga cell I56. Maka kita akan dapatkan nilai "ABSOLUT RESIDUAL". Absoult Residual artinya nilai Absolut dari residual yaitu yang berarti menghilangkan nilai negatif dari residual.
Pada menu klik Data, Data Analysis dan Pilih Regresi seperti langkah Regression sebelumnya, tetapi ubah Input Y Range dengan Rumus: "$I$26:$I$56" artinya kita akan meregresikan semua variabel independen dengan nilai Absolut Residuals". Dan ubah Output Range ke: "$P$1" artinya output akan tampil dimulai dari cell P1.
Lalu klik Continue dan lihat output mulai dari cell "P1"!
Lihat pada kolom "P-Value" yaitu pada Cell "T18 s/d T20". Nilai tersebut adalah nilai Signifikansi atau P Value uji regresi antara variabel independen dengan absolut residual. 
Nilainya jika dibulatkan 3 digit: 
X Variable 1: 0,449. X Variable 2: 0,962. X variable 3: 0,981. (Bandingkan hasil ini dengan hasil pada uji Glejser pada artikel sebelumnya dengan menggunakan SPSS, maka hasilnya akan sama, berarti cara ini telah benar).
Ketiga nilai di atas semuanya nilainya di atas 0,05 yang berati tidak ada gejala heteroskedastisitas atau H0 diterima.