22 Agustus 2013

SIFAT–SIFAT TEORI EKONOMI


Seperti sudah anda maklumi, penjelasan ini adalah mengenai suatu teori dalam ilmu ekonomi yaitu teori mikroekonomi.  Oleh karena itu adalah penting, sebelum membahas berbagai teori di blogger Saya, untuk mengetahui sifat-sifat umum dari teori-teori didalam ilmu ekonomi.  Setiap teori mempunyai 4 unsur penting berikut:

Definisi-definisi yang menjelaskan dengan sebaik-bainya variabel-variabel yang sifat-sifat hubungannya akan diterankan dalam teori tersebut.

Sejumlah asumsi-asumsi atau pemisalan-pemisalan mengenai keadaan yang harus wujud supaya teori itu berlaku dengan baik.

Satu atau beberapa hipotesis mengenai sifat-sifat hubungan di antara berbagai variabel yang dibicarakan.

Satu atau beberapa ramalan mengenai keadaan-keadaan yang akan berlaku.

VARIABEL-VARIABEL

Pada hakikatnya teori menunjukkan tentang bagaimana berbagai hal berkaitan satu sama lain.  Teori mengemukakan pandangan tentang bagaimana perubahan suatu faktor mempengaruhi faktor lainnya.  Hal-hal yang berkaitan satu sama lain dinamakan variabelyaitu suatu besaran yang nilainya dapat mengalami perubahan.  Variabel adalah suatu unsur yang penting dalam setiap teori.  Sebagai contoh perhatikan peranan variabel dalam teori harga.  Teori tersebut pada hakikatnya bertujuan untuk menjelaskan bagaimana harga barang ditentukan.  Dalam teori harga antara lain diterangkan sifat permintaan dari para pembeli dan ini dikenal sebagai hukum pemintaan.  Hukum ini mengatakan: Kalau harga suatu barang berubah, maka jumlah suatu barang tersebut yang juga akan berubah.  Dalam teori pemintaan ini, dengan jelas dapat dilihat bahwa ia mempunyai dua variabel, yaitu: harga dan jumlah barang yang diminta/dibeli.  Hukum permintaan itu menerangkan bagaimana sifat hubungan antara dua variabel tersebut.

Dalam membahas mengenai variabel perlu dibedakan dua variabel berikut: endogen dan eksogen.  Variabel endogen adalah variabel yang sifatnya diterangkan dalam teori terebut.  Sedangkan variabel eksogen adalah variabel yang mempengaruhi variabel endogen tetapi ia ditentukan oleh faktor-faktor yang berada di luar teori tersebut.  Untuk lebih memahami perbedaan kedua variabel tersebut perhatikan pernyataan berikut: “Harga beras di Jawa Barat tergantung kepada keadaan iklim di daerah penanaman padi di Jawa Barat”.  Harga beras adalah variabel endogen karena perubahannya dipengaruhi oleh vaiabel lain dalam pernyataan itu, yaitu iklim.  Iklim yang buruk mengurangi produksi dan ini akan menaikkan harga.  Variabel yang kedua yaitu iklim, adalah variabel yang eksogen, karena ia tidak dipengaruhi oleh harga tetapi oleh faktor-faktor yang tidak dinytakan dalam teori tersebut.

ASUMSI

Membuat asumsi atau pemisalan-pemisalan merupakan salah satu syarat penting dalam membuat teori dalam ilmu sosial.  Tanpa asumsi sangat sukar untuk menjelaskan sifat-sifat perhubungan diantara berbagai variabel oleh karena kegiatan ekonomi dan kehidupan perekonomian sangat kompleks sifatnya.  Suatu peristiwa dipengaruhi oleh berbagai macam faktor, dan menerangkan bagaimana berbagai faktor tersebut akan mempengaruhi peristiwa itu menjadi sangat rumit.  Maka gambaran yang lebih sederhana mengenai bagaimana hubungan diantara suatu peritiwa dengan fakor-faktor terpenting yang mempengaruhinya.  Ini berarti teori harus membuat penyederhanaan keatas kejadian yang sebenarnya dalam masyarakat.  Penyerdahaan itu dilakukan dengan membuat pemisalan.  Pemisalan itu dikenal sebagai cateris paribus.  Kata-kata tersebut diambil dari bahasa latin dan artinya “hal-hal lain tidak mengalami perubahan”.

Untuk mengetahui dengan lebih jelas peranan pemisalan dalam teori, ada baiknya kalau diperhatikan suatu teori dalam ilmu ekonomi dan pemisalan-pemisalan yang digunakan dalam analisis tersebut.  Perhatikan kembali teori permintaan (teori harga).  Telah dinyatakan bahwa permintaan terhadap suatu barang, misalnya beras, sangat tergantung pada harganya.  Harga tinggi mengurangi barang yang diminta dan makin rendah harga, makin banyak barang yang diminta. Pernyataan ini berarti harga memegang peranan penting dalam menentukan barang yang diminta.  Akan tetapi, disamping harga ada faktor-faktor lain yang mempengaruhi permintaan seperti pendapatan masyarakat, harga barang lain, dan cita rasa dalam masyarakat.  Sekalipun harga tetap tetapi apabila pendapatan bertambah, maka barang yang diminta akan mengalami perubahan.  Begitu pula sebaliknya, walaupun harga tidak berubah, barang yang diminta dapat berubah kalau barang-barang lain harganya berubah.  Peranan cita rasa dalam mempengaruhi barang yang diminta seringkali tidak boleh diabaikan.  Kalau masyarakat tidak menyukai lagi suatu barang, penurunan harga tidak dapat menambah barang yang dimintanya.  Jadi dalam membuat teori bahwa barang yang diminta dipengaruhi oleh harga, dibuat pemisalan cateris paribus.

HIPOTESIS

Hipotesis adalah suatu pernyataan mengenai bagaimana variabel-variabel yang dibicarakan berkaitan satu sama lain. Sifat hubungan itu dapat dibedakan kepada dua golongan.  Yang pertama dinamakan hubungan langsung, yaitu keadaan dimana perubahan nilai-nilai variabel yang dibicarakan bergerak kearah bersamaan.  Kalau pendapatan masyarakat bertambah, maka konsumsi mereka akan bertambah, merupakan suatu contoh daripada hubungan yang bersifat hubungan langsung.  Sifat hubungan yang kedua dinamakan hubungan terbalik, yaitu apabila nilai-nlai variabel yang dibicarakan berubah kearah bertentangan.  Kenaikan harga yang menyebabkan permintaan menurun adalah contoh hubungan yang terbalik.

Hipotesis sangat penting peranannya dalam mengemukakan teori.  Ini mengemukakan sifat-sifat daripada hubungan variabel-variabel yang diterangkan.  Hipotesis merupakan pernyataan yang menggambarkan kekadaan pada umumnya wujud.  Dengan demikian ia tidak 100 persen benar, akan terdapat sifat hubungan diantara variabel yang berbeda dengan hipotesis yang dibuat.  Walau bagaimanapun, hipotesis masih tetap dianggap benar apabila sebagian besar misalnya 80 persen atau lebih dari peristiwa yang terjadi mempunyai sifat-sifat seperti dinyatakan dalam hipotesis. Sebagai contoh hipotesis yang menyatakan bahwa kalau harga suatu barang mengalami kenaikan, maka barang yang dimintanya akan berkurang adalah benar, apabila sebagian kecil saja daripada peristiwa yang diamati mnunjukkan keadaan yang berbeda dengan sifat hubungan antara harga dan barang yang diminta yang dinyatakan dalam hipotesis yaitu kalau harga naik, barang yang diminta berkurang.

Suatu hipotesis merupakan hubungan fungsional, yaitu ia menyatakan mengenai sifat-sifat hubungan diantara variabel-variabel.  Adakalanya hipotesis dalam analisis ekonomi dibuat dengan sangat spesifik.  Sebagai akibatnya, hubungan fungsional yang diterangkan dalam hipotesis itu menjadi sangat spesifik pula.  Dalam hipotesis yang seperti itu dapatlah dilihat besarnya pengaruh peubahan suatu variabel kepada perubahan variabel lainnya.  Hipotesis mengenai pengaruh harga kepada barang yang diminta, sebagai contoh, dapat menerangkan persentasi penurunan barang yang diminta yang akan berlaku apabila harga naik sebanyak 10 persen.

MEMBUAT RAMALAN

Membuat ramalan merupakan peranan penting lainnya yang dibahas oleh teori ekonomi.  Teori ekonomi memberikan dua sumbangan penting di dalam menganalisis kegiatan ekonomi dalam masyarakat.  Yang pertama, adalah menerangkan mengapa peristiwa-peristiwa tertentu berlaku dan apa yang menjadi penyebabnya sehingga bentuk peristiwanya adalah seperti itu.  Dengan mempelajari teori-teori ekonomi antara lain dapatlah diterangkan mengapa harga-harga meningkat, mengapa kelebihan atau kekuragan penawaran berlaku, apa yang menyebabkan pengangguran, dan mengapa kemerosotan kurs valuta asing berlaku.  Dengan mempelajari berbagai teori yang tersedia dapatlah diketahui bagaimana suatu perekonomian berfungsi.

Di samping dapat menerangkan bagaimana fungsinya suatu perekonomin, teori ekonomi dapat pula meramalkan keadaan yang berlaku.  Peramalan itu dapa digunakan sebagai landasan dalam merumuskan langkah-langkah untuk memperbaiki keadaan dalam perekonomian.  Andaikata analisis ekonomi menunjukkan bahwa peristiwa yang tidak diinginkan akan berlaku dalam perekonomian, langkah-langkah pencegahan dapat dilaksanakan agar peristiwa yang tidak diingini tersebut dapat dihindarkan, atau seidak-tidaknya dikurangi pengaruh buruknya.

Sumber:
Sukirno, Sadono. 2005. Mikro Ekonomi Teori Pengantar Edisi Ketiga. Jakarta. PT. RajaGrafindo Persada.

0 komentar:

Posting Komentar